(PP.IX.21.1.2025) menjaga dan melestarikan tradisi, kearifan lokal dan budaya masyarakat global
MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN PANCASILA
NAMA GURU : Umigiarini Pangestu, M.Pd
KELAS : IX (Sembilan)
ELEMEN : Pancasila
MATERI : menjaga dan melestarikan tradisi, kearifan lokal dan budaya masyarakat global
PERTEMUAN : 2 (Dua)
JAM KE : 13.30 - 15.00
METODE : Pembelajaran dengan tatap muka menggunakan model pembelajaran kontekstual, PJBL & Deep Learning (Mindful, Joyful & Meanful)
MEDIA/ALAT PERAGA : LCD proyektor, komputer/laptop, jaringan internet, dan lain-lain
CAPAIAN PEMBELAJARAN :
Peserta didik mampu memahami sejarah kelahiran Pancasila; memahami kedudukan Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup bangsa, dan ideologi negara; menerapkan nilai- nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari; mengidentifikasi hubungan Pancasila dengan Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
TUJUAN PEMBELAJARAN :
Diharapkan mampu menjelaskan hubungan Pancasila dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh selamat pagi anak soleh & soleha. Bagaimna kabarnya hari ini semoga selalu diberikan keberkahan. aamiin yaarabbal aalamiin. Alhamdulillah, dengan mengucap sykur kepada Allah agar senantiasa nikmat yg telah diberikan bisa menjadi karunia. Rasa syukur kita kepada Allah bisa kita tunjukan dalam bentuk taat beribadah & tetap semngat dalam menuntut ilmu. Semoga apa yg kita lakukan bisa menjadi ladang Pahala untuk kita semua. aamiin yaaRabbal aalamiin..
Pada hari ini kita akan mempelajari tentang "menjaga dan melestarikan tradisi, kearifan lokal dan budaya masyarakat global".
Menjaga dan melestarikan tradisi, kearifan lokal, serta budaya di tengah masyarakat global merupakan langkah krusial untuk mempertahankan jati diri bangsa dan menghadapi tantangan zaman.
Berikut adalah ringkasan materi mengenai topik tersebut:
1. Pentingnya Melestarikan Kearifan Lokal
Identitas Bangsa: Menjadi ciri khas yang membedakan satu komunitas dengan komunitas lainnya di kancah global.
Solusi Masalah Kontemporer: Nilai-nilai lokal seringkali mengandung solusi untuk masalah modern, seperti pengelolaan lingkungan hidup dan mitigasi bencana.
Penyaring Budaya (Filter): Berfungsi sebagai benteng atau tameng untuk menyaring pengaruh negatif budaya asing yang masuk melalui arus informasi.
Ketahanan Budaya: Memperkuat moral dan karakter masyarakat, terutama generasi muda, agar tidak kehilangan arah di tengah perubahan sosial yang cepat.
2. Strategi Pelestarian di Era Globalisasi
Untuk tetap relevan dalam masyarakat global, upaya pelestarian harus bersifat adaptif dan kreatif:
Culture Experience & Knowledge: Mempelajari budaya secara mendalam melalui praktik langsung (pengalaman) serta literasi budaya (pengetahuan).
Pemanfaatan Teknologi Digital: Menggunakan media sosial dan platform digital untuk mempromosikan tradisi lokal kepada audiens internasional, seperti menjadi konten kreator budaya.
Integrasi Pendidikan: Memasukkan nilai-nilai kearifan lokal ke dalam kurikulum sekolah baik formal maupun nonformal.
Revitalisasi Budaya: Mengadaptasi tradisi agar lebih relevan dengan gaya hidup modern tanpa menghilangkan esensinya, misalnya melalui produk kreatif atau fesyen lokal.
3. Peran Generasi Muda (Gen Z dan Alpa)
Generasi muda memegang peran vital sebagai jembatan antara tradisi dan modernitas:
Aktif di Komunitas: Bergabung dalam sanggar seni atau komunitas pelestari budaya daerah.
Penggunaan Bahasa Daerah: Membiasakan kembali penggunaan bahasa daerah dalam interaksi sehari-hari atau konten digital.
Dukungan Ekonomi Lokal: Mempromosikan dan menggunakan produk kerajinan atau pakaian adat sebagai kebanggaan identitas.
Simaklah vidio pembelajaran kita hari ini!
LKPD KEGIATAN
Narasi:
Globalisasi seringkali dianggap sebagai ancaman yang menyebabkan "homogenisasi budaya" (budaya dunia menjadi seragam). Namun, terdapat konsep glokalisasi, di mana budaya lokal beradaptasi dengan pengaruh global tanpa kehilangan jati dirinya
Pertanyaan:
Analisislah satu tradisi atau produk budaya lokal di daerahmu yang telah mengalami proses glokalisasi! Jelaskan bagaimana adaptasi tersebut membantu tradisi tersebut bertahan di pasar global tanpa menghilangkan nilai luhurnya!
Narasi:
Banyak generasi muda saat ini lebih tertarik pada tren budaya populer mancanegara (seperti K-Pop atau gaya hidup Barat) dibandingkan mempelajari seni tradisional.
Pertanyaan:
Jika kamu adalah seorang menteri kebudayaan, evaluasilah efektivitas metode pengajaran budaya lokal di sekolah saat ini. Berikan kritik dan usulkan satu strategi inovatif berbasis teknologi digital yang dapat membuat kearifan lokal kembali "keren" dan relevan di mata Gen Z dan Alpha!
Narasi :
Batas antarbudaya menjadi semakin kabur. Sering terjadi sebuah motif batik atau ritual tradisional diambil oleh pihak luar tanpa izin atau pemahaman makna aslinya (cultural appropriation), demi kepentingan komersial.
Pertanyaan:
Menurutmu apa yang menjadi perbedaan mendasar antara pertukaran budaya (cultural exchange) yang sehat dengan perampasan budaya (cultural appropriation) di pasar global. Menurutmu, sejauh mana sebuah komunitas lokal memiliki hak untuk membatasi penggunaan simbol budayanya oleh pihak luar di era keterbukaan informasi ini?.
Aspek penilaian pembelajaran hari ini :
- Absensi
- Kefokusan dalam menjawab pertanyaan
- Jawaban siswa
Terimakasih, untuk antusias dalam pembelajaran hari ini. Tetap semangat belajar yaa nak dan tetap jaga kesehatan yaaa......
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Komentar
Posting Komentar