Langsung ke konten utama

PP.VIII.SPALGA.31.8.2026 pengesahan UUS NRI 1945

Materi Pembelajaran Pendidikan Pancasila - Proses Pengesahan UUD NRI Tahun 1945

PENDIDIKAN PANCASILA SMP KELAS VIII

Portal Pembelajaran Interaktif & Character Building

📌 1. IDENTITAS PEMBELAJARAN

  • A. Nama Guru : Umigiarini Pangestu, M.Pd
  • B. Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila
  • C. Hari / Tanggal : Senin, 31 Agustus 2026
  • D. Fase / Kelas : Fase D / Kelas VIII D dan VIII C
  • E. Materi Utama : Mendeskripsikan Proses Pengesahan UUD NRI Tahun 1945 oleh PPKI serta Meneladani Sikap Para Pendiri Bangsa

📘 2. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Peserta didik mampu menganalisis kronologi sejarah lahirnya serta proses pengesahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD NRI) Tahun 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI); memahami fungsi dan kedudukan UUD NRI Tahun 1945 sebagai hukum dasar tertulis tertinggi; serta mengidentifikasi dan meneladani komitmen, nilai-nilai kebangsaan, dan sikap patriotik para pendiri bangsa (founding fathers) dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

🎯 3. TUJUAN PEMBELAJARAN (3 Prinsip Deep Learning)

• Mindful (Berkesadaran)

Peserta didik secara sadar dan penuh konsentrasi mampu mendeskripsikan runtutan peristiwa historis pengesahan UUD NRI Tahun 1945 oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 serta memahami pentingnya keberadaan konstitusi bagi keberlangsungan suatu negara yang berdaulat.

• Meaningful (Bermakna)

Peserta didik mampu mengorelasikan dan menghubungkan nilai-nilai keteladanan para pendiri bangsa—seperti musyawarah mufakat, toleransi, kepemimpinan bijaksana, dan mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi—dengan realitas dinamika sosial dan kehidupan mereka sehari-hari.

• Joyful (Menyenangkan)

Peserta didik mengalami proses pembelajaran yang interaktif dan menggugah semangat melalui tayangan audio-visual berdurasi singkat, diskusi kelompok secara kolaboratif, serta kuis reflektif berbasis studi kasus aktual.

🚀 4. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

Langkah 1 (Orientasi & Apersi): Mengamati stimulus tayangan video sejarah pengesahan UUD 1945 untuk merefleksikan rasa syukur atas kemerdekaan bangsa.
Langkah 2 (Eksplorasi Konsep): Mengidentifikasi tiga keputusan krusial Sidang PPKI 18 Agustus 1945 serta perubahan mendasar pada Rancangan Pembukaan UUD.
Langkah 3 (Analisis Keteladanan): Mendiskusikan sikap kebangsaan pendiri negara (toleransi agama, jiwa besar, keikhlasan) dalam proses pengesahan UUD NRI 1945.
Langkah 4 (Aplikasi & Asesmen): Menerapkan nilai-nilai keteladanan dalam menyelesaikan problematika kehidupan sehari-hari melalui soal berpikir kritis (HOTS).

✨ Penguatan Nilai Keagamaan (Mengingat 3 Kebesaran Allah SWT):

1. Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Menyadari bahwa Allah SWT yang menciptakan keanekaragaman suku, agama, dan budaya di Indonesia sebagai rahmat yang harus dijaga harmoni dan persatuannya.

2. Al-Hafiz (Maha Memelihara): Memahami pentingnya aturan/konstitusi (UUD 1945) dalam memelihara ketertiban, kedamaian, dan keberlanjutan kehidupan berbangsa dan bernegara.

3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Mengagumi rezeki berupa kemerdekaan dan kedaulatan bangsa Indonesia yang diraih berkat pertolongan Allah SWT serta perjuangan para pahlawan.

📖 5. MATERI PEMBELAJARAN & MEDIA

A. Uraian Ringkas Materi:

Sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, yaitu pada tanggal 18 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) menggelar sidang bersejarah di Gedung Pejambon (sekarang Gedung Pancasila). Sidang ini menghasilkan tiga keputusan monumental:

  1. Mengesahkan UUD NRI Tahun 1945 (yang terdiri atas Pembukaan dan Batang Tubuh/Pasal-pasal).
  2. Memilih dan mengangkat Ir. Soekarno sebagai Presiden serta Drs. Mohammad Hatta sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia.
  3. Membentuk Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) untuk membantu tugas Presiden sebelum terbentuknya DPR/MPR.

Sikap luhur pendiri bangsa yang sangat menonjol saat pengesahan UUD 1945 adalah jiwa besar dan toleransi tinggi. Para tokoh Islam seperti Ki Bagus Hadikusumo, Kasman Singodimedjo, dan Teuku Muhammad Hasan dengan ikhlas menyepakati perubahan kalimat pada Piagam Jakarta "Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya" menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa" demi menjaga keutuhan NKRI dari ancaman perpecahan.

B. Media Pembelajaran Audio-Visual:

Silakan tonton dan simak video pembelajaran berikut untuk memahami suasana serta kronologi Sidang PPKI 18 Agustus 1945 secara lebih mendalam:

Link Video Alternatif: Klik di sini untuk menonton di YouTube

C. Media & Alat Peraga yang Digunakan:

💻 Proyektor & LCD Screen 🎥 Video Pembelajaran YouTube 📄 Teks Naskah Asli Pembukaan UUD 1945 📜 Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Interaktif

📝 6. ASESMEN FORMATIF (Berpikir Kritis / HOTS)

Jawablah pertanyaan-pertanyaan studi kasus berikut ini dengan analisis yang mendalam sesuai pengalaman hidupmu sehari-hari!

Soal 1: Musyawarah & Toleransi dalam Kelompok

Studi Kasus: Para pendiri bangsa saat Sidang PPKI 18 Agustus 1945 bersedia mengganti kalimat pada rumusan dasar negara demi menjaga persatuan bangsa yang beragam. Jika dalam kegiatan kerja kelompok di kelas VIII, kamu memiliki ide yang menurutmu sangat bagus, namun sebagian besar anggota kelompok tidak menyetujuinya karena ada usulan lain yang dianggap lebih adil dan mengakomodasi kebutuhan semua anggota, bagaimana sikap kritis dan tindakan konkrit yang akan kamu ambil agar keputusan kelompok tetap mencerminkan nilai keteladanan para pendiri bangsa?

Soal 2: Taat Aturan / Konstitusi di Lingkungan Digital/Sekolah

Studi Kasus: UUD 1945 diciptakan sebagai hukum dasar tertulis untuk mengatur tata tertib kehidupan bernegara agar tidak timbul kekacauan. Di era digital saat ini, banyak siswa kelas VIII yang menggunakan media sosial secara bebas, bahkan kadang terjadi kasus perundungan siber (cyberbullying) atau penyebaran berita bohong (hoaks) yang melanggar tata tertib dan norma. Menurut pendapat kritismu, mengapa aturan/konstitusi (baik di sekolah maupun tata tertib berinternet) sangat penting dipatuhi oleh remaja, dan apa komitmen pribadi yang bisa kamu lakukan untuk meneladani sikap taat hukum pendiri bangsa dalam berinteraksi di media sosial sehari-hari?

💡 7. KESIMPULAN MATERI

Pengesahan UUD NRI Tahun 1945 oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 merupakan tonggak sejarah terpenting dalam memancangkan fondasi hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Keberhasilan pengesahan konstitusi ini bukan hanya sekadar formalitas hukum, melainkan bukti nyata kearifan, toleransi, kerendahan hati, dan pengorbanan jiwa para pendiri bangsa yang lebih mengutamakan persatuan nasional di atas kepentingan pribadi/golongan. Meneladani sikap pendiri bangsa berarti siap mengimplementasikan nilai toleransi, musyawarah, dan ketaatan terhadap norma/aturan hukum dalam kehidupan sehari-hari.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PAK.VIII.8.5.2026 Daring Penanaman Nilai Anti korupsi

PAI.VIII.4.5.2026 Tugas Dari

PP.VIII.30.7.2026 Kedudukan dan makna Pancasila sebagai Pandangan hidup, penerapan di lingkungan keluarga