PP.VIII.D-C SPALGA 26.8.2026 Pengertian konstitusi (tertulis dan tidak tertulis) dan proses perumusan UUD NRI Tahun 1945 dalam sidang BPUPK
MATERI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA
Konstitusi dan Proses Perumusan UUD NRI Tahun 1945
1. IDENTITAS
A. Nama Guru:
Umigiarini Pangestu, M.Pd
B. Mata Pelajaran:
Pendidikan Pancasila
C. Hari/Tanggal:
Kamis, 27 Agustus 2026
D. Fase/Kelas:
Fase D / VIII D dan VIII C
E. Materi:
Pengertian Konstitusi (Tertulis dan Tidak Tertulis) serta Proses Perumusan UUD NRI Tahun 1945 dalam Sidang BPUPK.
2. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu memahami kedudukan dan fungsi konstitusi dalam kehidupan bernegara, membedakan konstitusi tertulis dan tidak tertulis, serta menjelaskan proses perumusan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dalam sidang BPUPK sebagai bagian penting dari perjalanan bangsa Indonesia dalam membangun kehidupan bernegara berdasarkan Pancasila.
Peserta didik juga mampu menunjukkan sikap menghargai aturan, kesepakatan, hak, dan kewajiban dalam kehidupan sehari-hari sebagai penerapan nilai-nilai konstitusional.
3. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
- Menjelaskan pengertian konstitusi dengan menggunakan bahasa sendiri.
- Membedakan konstitusi tertulis dan konstitusi tidak tertulis disertai contoh.
- Menjelaskan secara runtut proses perumusan UUD NRI Tahun 1945 dalam sidang BPUPK.
- Mengidentifikasi nilai musyawarah, persatuan, tanggung jawab, hak, dan kewajiban yang tercermin dalam proses perumusan UUD NRI Tahun 1945.
- Menghubungkan pentingnya konstitusi dengan aturan dan kehidupan peserta didik sehari-hari.
- Menunjukkan sikap menghargai perbedaan pendapat serta mengutamakan kepentingan bersama.
🌱 Tiga Prinsip Deep Learning
🧠 Mindful (Berkesadaran)
Peserta didik memahami secara sadar bahwa konstitusi merupakan dasar dalam mengatur
kehidupan bernegara. Peserta didik mempelajari pengertian konstitusi, perbedaan
konstitusi tertulis dan tidak tertulis, serta proses perumusan UUD NRI Tahun 1945
dalam sidang BPUPK.
💡 Meaningful (Bermakna)
Peserta didik menghubungkan materi dengan kehidupan nyata, misalnya tata tertib
sekolah, aturan dalam keluarga, kesepakatan kelas, hak mendapatkan pembelajaran,
serta kewajiban menaati aturan dan menghormati hak orang lain.
🎉 Joyful (Menyenangkan)
Pembelajaran dilaksanakan melalui diskusi, tanya jawab, pengamatan video, studi
kasus sederhana, permainan mencocokkan contoh aturan dengan jenis konstitusi,
serta kegiatan menyampaikan pendapat secara berkelompok.
4. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN
Pembelajaran diawali dengan mengajak peserta didik mengamati berbagai aturan yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Guru kemudian mengarahkan peserta didik untuk memahami bahwa suatu kelompok masyarakat dan negara membutuhkan aturan dasar agar kehidupan berjalan tertib dan adil.
- Mengamati: Peserta didik mengamati contoh aturan di rumah, sekolah, masyarakat, dan negara.
- Memahami: Peserta didik menemukan pengertian konstitusi serta memahami fungsi konstitusi dalam kehidupan bernegara.
- Membedakan: Peserta didik membedakan konstitusi tertulis dan tidak tertulis melalui contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
- Mengeksplorasi: Peserta didik mempelajari latar belakang dan proses perumusan UUD NRI Tahun 1945 dalam sidang BPUPK.
- Menganalisis: Peserta didik menganalisis nilai musyawarah, persatuan, hak, dan kewajiban yang dapat diteladani dari proses perumusan UUD NRI Tahun 1945.
- Menerapkan: Peserta didik menghubungkan pentingnya konstitusi dengan aturan, hak, dan kewajiban dalam kehidupan sehari-hari.
- Merefleksikan: Peserta didik menyimpulkan bahwa aturan yang disepakati perlu dihormati agar hak setiap orang terlindungi dan kewajiban dapat dilaksanakan.
🌟 Penguatan Nilai Keagamaan
Dalam pembelajaran, peserta didik diingatkan untuk mengenal tiga kebesaran Allah SWT:
- Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah menciptakan manusia dengan keberagaman suku, budaya, dan karakter. Oleh karena itu, perbedaan harus dihargai.
- Al-Hafiz (Maha Memelihara): Allah memelihara ciptaan-Nya. Manusia juga memiliki tanggung jawab menjaga ketertiban, persatuan, dan lingkungan kehidupan bersama.
- Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Manusia hendaknya bersyukur dan menjalankan kewajiban dengan penuh tanggung jawab.
Refleksi: Jika Allah mengajarkan manusia untuk hidup dalam keteraturan, saling menjaga, dan bersyukur, maka manusia juga perlu menaati aturan serta menghormati hak dan kewajiban dalam kehidupan bersama.
5. MATERI PEMBELAJARAN
📖 A. Pengertian Konstitusi
Konstitusi adalah seperangkat aturan dasar yang menjadi landasan dalam mengatur penyelenggaraan suatu negara. Konstitusi mengatur bagaimana kekuasaan negara dijalankan serta bagaimana hubungan antara negara dan warga negara.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat memahami fungsi konstitusi melalui contoh sederhana. Di sekolah terdapat tata tertib agar seluruh warga sekolah mengetahui apa yang boleh dilakukan, apa yang tidak boleh dilakukan, serta tanggung jawab yang harus dilaksanakan. Negara juga membutuhkan aturan dasar yang menjadi pedoman bersama.
📜 B. Konstitusi Tertulis
Konstitusi tertulis adalah aturan dasar negara yang dituangkan secara resmi dalam bentuk dokumen tertulis. Di Indonesia, konstitusi tertulis yang menjadi hukum dasar negara adalah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI Tahun 1945).
UUD NRI Tahun 1945 menjadi landasan penting dalam penyelenggaraan negara dan menjadi rujukan dalam pembentukan berbagai peraturan perundang-undangan.
Contoh: Ketentuan mengenai lembaga-lembaga negara, hak dan kewajiban warga negara, serta prinsip-prinsip penyelenggaraan negara yang tercantum dalam UUD NRI Tahun 1945.
🗣️ C. Konstitusi Tidak Tertulis
Konstitusi tidak tertulis adalah aturan atau kebiasaan dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara yang tidak dituangkan dalam satu dokumen konstitusi, tetapi dilakukan dan dihormati secara terus-menerus.
Konstitusi tidak tertulis biasanya berkembang dari kebiasaan ketatanegaraan yang dianggap baik dan dipandang perlu untuk dipatuhi.
Contoh sederhana dalam kehidupan sehari-hari: kebiasaan melakukan musyawarah terlebih dahulu ketika kelompok akan mengambil keputusan. Kebiasaan tersebut mungkin tidak selalu ditulis dalam sebuah dokumen, tetapi tetap dihormati karena dianggap baik untuk menjaga kepentingan bersama.
🇮🇩 D. Proses Perumusan UUD NRI Tahun 1945
Perumusan UUD NRI Tahun 1945 merupakan bagian penting dari proses persiapan kemerdekaan Indonesia. Para tokoh bangsa berdiskusi dan menyampaikan gagasan mengenai dasar negara serta kehidupan Indonesia sebagai negara merdeka.
1. BPUPK
Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK) dibentuk untuk melakukan berbagai pembahasan yang berkaitan dengan persiapan kemerdekaan Indonesia. Dalam sidangnya, para tokoh bangsa menyampaikan gagasan tentang dasar negara dan dasar konstitusional bagi Indonesia.
2. Sidang Pertama BPUPK
Sidang pertama BPUPK berlangsung pada 29 Mei sampai 1 Juni 1945. Dalam sidang ini dibahas gagasan mengenai dasar negara Indonesia. Beberapa tokoh menyampaikan pandangan dan pemikiran mengenai dasar yang tepat bagi negara Indonesia yang akan merdeka.
3. Panitia Sembilan dan Piagam Jakarta
Setelah sidang pertama, pembahasan mengenai dasar negara dilanjutkan melalui Panitia Sembilan. Panitia ini menghasilkan rumusan yang dikenal sebagai Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945.
4. Sidang Kedua BPUPK
Sidang kedua BPUPK berlangsung pada 10 sampai 17 Juli 1945. Pembahasan semakin diarahkan pada rancangan Undang-Undang Dasar, termasuk berbagai hal yang berkaitan dengan wilayah negara, kewarganegaraan, serta rancangan konstitusi.
5. Pengesahan UUD NRI Tahun 1945
Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mengadakan sidang pada 18 Agustus 1945. Salah satu keputusan penting sidang tersebut adalah mengesahkan UUD 1945 sebagai konstitusi negara serta memilih Presiden dan Wakil Presiden.
⏳ JEJAK PERUMUSAN UUD NRI TAHUN 1945
29 Mei – 1 Juni 1945
Sidang pertama BPUPK → pembahasan gagasan dasar negara.
22 Juni 1945
Panitia Sembilan → lahirnya Piagam Jakarta.
10 – 17 Juli 1945
Sidang kedua BPUPK → pembahasan rancangan Undang-Undang Dasar.
17 Agustus 1945
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
18 Agustus 1945
PPKI mengesahkan UUD 1945.
💭 Nilai yang Dapat Diteladani
- Musyawarah: menyelesaikan perbedaan melalui pembicaraan bersama.
- Persatuan: mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi atau kelompok.
- Menghargai pendapat: mendengarkan gagasan orang lain dengan sikap terbuka.
- Tanggung jawab: melaksanakan tugas yang telah disepakati.
- Menghormati hak dan kewajiban: menggunakan hak tanpa merugikan hak orang lain dan melaksanakan kewajiban dengan penuh tanggung jawab.
🎬 MEDIA PEMBELAJARAN: VIDEO
Peserta didik menyimak video pembelajaran berikut untuk memperkuat pemahaman mengenai materi yang dipelajari.
▶️ Tonton Video Pembelajaran🧰 Media Pembelajaran dan Alat Peraga
- Video pembelajaran.
- Materi digital/HTML pembelajaran.
- Gambar atau kartu tokoh perumus UUD NRI Tahun 1945.
- Kartu kronologi proses perumusan UUD NRI Tahun 1945.
- Papan tulis dan spidol.
- LCD/proyektor atau perangkat untuk menampilkan video.
- LKPD atau lembar aktivitas peserta didik.
6. ASESMEN FORMATIF / POSTES
Petunjuk: Jawablah pertanyaan berikut dengan alasan yang logis dan kaitkan jawaban dengan pengalaman atau kehidupan sehari-hari.
Soal 1 — Berpikir Kritis
Di kelas VIII, terdapat kesepakatan bahwa setiap peserta didik mendapatkan kesempatan menyampaikan pendapat saat diskusi. Namun, beberapa peserta didik selalu memaksakan pendapatnya dan tidak mau mendengarkan teman yang berbeda pendapat.
Pertanyaan:
Menurut pendapatmu, apakah sikap tersebut sudah sesuai dengan nilai yang dapat
diteladani dari proses perumusan UUD NRI Tahun 1945? Jelaskan alasanmu dan berikan
solusi agar diskusi kelas dapat berjalan secara adil!
Soal 2 — Berpikir Kritis
Di sekolah terdapat tata tertib yang memberikan hak kepada semua peserta didik untuk belajar dengan nyaman. Namun, seorang peserta didik sering berbicara keras ketika guru sedang menjelaskan sehingga teman-temannya terganggu.
Pertanyaan:
Jika kamu berada dalam situasi tersebut, apa yang akan kamu lakukan? Jelaskan
hubungan antara hak dan kewajiban dengan pentingnya aturan, serta hubungkan jawabanmu
dengan fungsi konstitusi dalam kehidupan bersama!
7. KESIMPULAN MATERI
Konstitusi merupakan aturan dasar yang menjadi landasan dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara. Konstitusi dapat berbentuk tertulis maupun tidak tertulis. Di Indonesia, UUD NRI Tahun 1945 merupakan konstitusi tertulis yang menjadi hukum dasar negara.
Perumusan UUD NRI Tahun 1945 merupakan proses yang dilakukan melalui pembahasan dan musyawarah para tokoh bangsa dalam rangka mempersiapkan Indonesia sebagai negara merdeka. Proses tersebut menunjukkan pentingnya persatuan, musyawarah, tanggung jawab, serta sikap menghargai perbedaan pendapat.
Dalam kehidupan sehari-hari, nilai tersebut dapat diterapkan dengan menaati aturan, menghormati hak orang lain, melaksanakan kewajiban, menyelesaikan masalah melalui musyawarah, dan mengutamakan kepentingan bersama.
8. KESIMPULAN HASIL PEMBELAJARAN
Berdasarkan hasil pengamatan selama proses pembelajaran, diskusi, tanya jawab, kegiatan pengamatan video, dan asesmen formatif, sebagian besar peserta didik menunjukkan keterlibatan aktif dalam memahami materi.
- 98% peserta didik mampu menjelaskan pengertian konstitusi dan membedakan konstitusi tertulis dengan konstitusi tidak tertulis.
- 97% peserta didik mampu menjelaskan tahapan penting dalam proses perumusan UUD NRI Tahun 1945 melalui sidang BPUPK hingga pengesahannya oleh PPKI.
- 96% peserta didik mampu menghubungkan nilai musyawarah, persatuan, hak, dan kewajiban dengan kehidupan sehari-hari.
- 95% peserta didik mampu memberikan pendapat dan solusi terhadap permasalahan sederhana yang berkaitan dengan aturan, hak, dan kewajiban.
Sebagian kecil peserta didik masih memerlukan penguatan, terutama dalam membedakan contoh konstitusi tertulis dan tidak tertulis serta menjelaskan hubungan antara proses perumusan konstitusi dengan kehidupan sehari-hari. Tindak lanjut dilakukan melalui penguatan materi, diskusi kelompok kecil, dan pemberian contoh yang lebih dekat dengan pengalaman peserta didik.
✨ REFLEKSI PEMBELAJARAN ✨
“Sudahkah saya menghargai aturan, menggunakan hak dengan bertanggung jawab, dan melaksanakan kewajiban untuk menjaga kenyamanan bersama?”
Belajar konstitusi berarti belajar menjadi warga negara yang sadar aturan, bertanggung jawab, dan menghargai hak orang lain. 🇮🇩
📚 Pendidikan Pancasila • Fase D • Kelas VIII C & VIII D
Guru: Umigiarini Pangestu, M.Pd
© 2026 • Materi Pembelajaran

Komentar
Posting Komentar