PP. VIII.19.8.2026 Tantangan penerapan Pancasila menghadapi gaya hidup konsumerisme dan hedonisme
IDENTITAS
1. Nama Guru : Umigiarini Pangestu, M.Pd
2. Hari / Tanggal : Rabu, 19 Agustus 2026
3. Fase / Kelas : D / 8 (Delapan)
4. Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila
5. Materi : Tantangan Penerapan Pancasila: Menghadapi Gaya Hidup Konsumerisme dan Hedonisme
6. Pertemuan Ke : 6
7. Apersepsi :
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh dan Selamat Pagi Anak-Anak Hebat!
Mengawali pembelajaran hari ini, mari kita bersyukur atas karunia Allah Maha Razaq yang telah mencukupkan segala rezeki dan nikmat-Nya bagi kita. Ingatlah bahwa Allah menciptakan bumi dan seisinya (Allah Maha Khaliq) serta mengurus kehidupan seluruh makhluk-Nya (Allah Maha Malik) dengan penuh keseimbangan. Oleh karena itu, rezeki dan kenikmatan yang kita miliki hendaknya digunakan secara bijak dan bersyukur, bukan untuk ditam pamerkan atau dihabiskan demi mengikuti hawa nafsu secara berlebihan (konsumerisme & hedonisme) yang dapat merusak tatanan nilai kelima sila Pancasila.
8. Capaian Pembelajaran (CP) :
Peserta didik mampu menganalisis tantangan penerapan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, khususnya terkait ancaman gaya hidup modern.
9. Tujuan Pembelajaran (TP) :
Peserta didik mampu mengidentifikasi serta menganalisis bentuk-bentuk tantangan penerapan Pancasila akibat pengaruh konsumerisme dan hedonisme di lingkungan sekitar.
Peserta didik mampu merumuskan gagasan gagasan dan solusi konkrit dalam mengatasi pengaruh konsumerisme dan hedonisme berdasarkan nilai-nilai Pancasila.
TP Berbasis Ma-Mi-Joy (Mastery, Mindset, & Joyful Learning):
Mastery: Peserta didik menguasai konsep dampak negatif konsumerisme/hedonisme serta pemecahan masalahnya.
Mindset: Peserta didik menumbuhkan kesadaran diri (critical thinking) untuk hidup bersahaja dan kritis terhadap pengaruh tren negatif di media sosial.
Joyful: Peserta didik menikmati proses belajar kolaboratif melalui analisis studi kasus nyata secara interaktif dan menyenangkan.
10. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) :
Memahami konsep dasar gaya hidup konsumerisme dan hedonisme di era digital.
Menganalisis dampak perilaku konsumerisme dan hedonisme terhadap pengamalan sila-sila Pancasila.
Mendiskusikan studi kasus nyata tentang tren gaya hidup konsumtif di tengah masyarakat.
Merumuskan solusi kreatif dan tindakan nyata (tindakan preventif & kuratif) untuk menangkal gaya hidup tersebut di lingkungan sekolah/rumah.
11. Model / Metode :
Model: Problem-Based Learning (PBL)
Metode: Diskusi Kelompok, Studi Kasus, Presentasi, dan Tanya Jawab
12. Penjabaran Materi :
Ringkasan Materi:
Pancasila sebagai ideologi negara menghadapi tantangan besar dari era globalisasi, salah satunya adalah maraknya gaya hidup Konsumerisme (keinginan membeli barang secara berlebihan/bukan kebutuhan) dan Hedonisme (pandangan hidup yang menganggap kesenangan pribadi sebagai tujuan utama).
Dampak bagi Nilai Pancasila:
Sila ke-2 & 5: Menciptakan kesenjangan sosial, lunturnya kepedulian antar sesama, dan memudarkan rasa keadilan.
Sila ke-3: Menimbulkan sifat individualistis dan mengikis rasa gotong royong.
Solusi Berbasis Pancasila:
Menerapkan pola hidup sederhana dan bersyukur (Sila 1 & 5).
Mengembangkan budaya literasi keuangan serta pemikiran kritis sebelum membeli barang (Sila 4).
Memperkuat sikap peduli sosial dan berbagi kepada sesama (Sila 2).
Media Pembelajaran (Video)
Silakan simak video pembelajaran berikut mengenai "Dampak Konsumerisme di Era Digital":
[https://www.youtube.com/watch?v=jHopff0M7Zk]
Soal Latihan / Post-Test
Menurut pendapatmu, mengapa gaya hidup hedonisme bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, khususnya Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia?
Sebutkan 2 contoh nyata perilaku konsumerisme yang sering terjadi di kalangan remaja saat ini dan berikan solusi konkrit untuk menghindarinya!
Catatan: Kunci Jawaban dan Pembahasan Post-Test akan di-update pada postingan ini nanti sore / malam hari setelah KBM berakhir.
(Area Kunci Jawaban yang akan di-update nanti):
<details>
<summary><b>[Klik Disini untuk Melihat Kunci Jawaban & Pembahasan - Updated]</b></summary>
Kunci Jawaban:
Hedonisme menempatkan kesenangan materi di atas segalanya, yang mendorong sifat individualistis dan pamer kekayaan. Hal ini bertentangan dengan Sila ke-5 yang menekankan hidup sederhana, tidak memboroskan rezeki, serta memelihara keseimbangan antara hak dan kewajiban dalam bermasyarakat.
Contoh: Membeli outfit/gadget mahal hanya demi gengsi/konten media sosial dan sering membeli makanan/minuman kekinian secara berlebihan.
Solusi: Membuat skala prioritas (kebutuhan vs keinginan), membatasi screen time toko online/media sosial, serta menyisihkan uang saku untuk ditabung atau disedekahkan.
</details>
13. Kesimpulan / Refleksi :
Kesimpulan Materi: Konsumerisme dan hedonisme merupakan tantangan nyata bagi ideologi Pancasila. Menjaga keseimbangan hidup sederhana dan bersyukur merupakan benteng utama dalam mempertahankan identitas bangsa yang beradab dan berkeadilan.
Kendala Pembelajaran: (Diisi setelah pembelajaran selesai, misal: Masih ada beberapa siswa yang kesulitan membedakan antara kebutuhan dan keinginan saat diskusi).
Capaian Tujuan Pembelajaran: (Diisi setelah pembelajaran selesai, misal: Secara umum 85% peserta didik sudah mampu merumuskan solusi konkrit terhadap gaya hidup konsumtif di lingkungan sekolah).
Komentar
Posting Komentar