PP.VIII.SPALTU.2.9.2026 Proses pengesahan UUD NRI 1945
PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA
Pengesahan UUD NRI Tahun 1945 oleh PPKI
Meneladani Sikap Para Pendiri Bangsa
1. IDENTITAS
A. Nama Guru : Umigiarini Pangestu, M.Pd
B. Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila
C. Hari/Tanggal : Rabu, 2 September 2026
D. Fase/Kelas : D / VIII
E. Materi : Mendeskripsikan proses pengesahan UUD NRI Tahun 1945 oleh PPKI serta meneladani sikap para pendiri bangsa.
2. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu memahami dan mendeskripsikan proses pengesahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 oleh PPKI pada awal kemerdekaan Indonesia. Peserta didik juga mampu memahami nilai-nilai keteladanan yang ditunjukkan para pendiri bangsa, seperti mengutamakan kepentingan bangsa, bermusyawarah, menghargai perbedaan pendapat, bertanggung jawab, serta mengutamakan persatuan dan kesatuan.
3. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
- Menjelaskan latar belakang pembentukan PPKI dan perannya dalam mempersiapkan kehidupan ketatanegaraan Indonesia.
- Menguraikan proses pengesahan UUD NRI Tahun 1945 oleh PPKI pada 18 Agustus 1945.
- Mengidentifikasi keputusan penting yang dihasilkan dalam sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945.
- Menganalisis sikap para pendiri bangsa dalam menghadapi perbedaan pendapat.
- Menunjukkan contoh penerapan sikap persatuan, musyawarah, tanggung jawab, dan mendahulukan kepentingan bersama dalam kehidupan sehari-hari.
🌱 Mindful (Berkesadaran)
Peserta didik mempelajari secara sadar proses pengesahan UUD NRI Tahun 1945 oleh PPKI, memahami bahwa lahirnya konstitusi Indonesia merupakan bagian penting dari perjalanan bangsa, serta menyadari bahwa kehidupan bernegara membutuhkan aturan dan tanggung jawab bersama.
💡 Meaningful (Bermakna)
Peserta didik menghubungkan sikap para pendiri bangsa dengan kehidupan nyata, misalnya ketika bekerja dalam kelompok, mengambil keputusan bersama, menghargai pendapat teman, menyelesaikan perbedaan secara musyawarah, dan menjalankan aturan yang telah disepakati.
🎉 Joyful (Menyenangkan)
Pembelajaran dilaksanakan melalui pemantik pertanyaan, tayangan video, diskusi kelompok, kegiatan mengurutkan peristiwa sejarah, studi kasus sederhana, dan refleksi. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya menghafal peristiwa sejarah, tetapi juga menemukan nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
4. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mengamati gambar, pertanyaan pemantik, atau video pembelajaran tentang PPKI dan proses awal pembentukan negara Indonesia.
Peserta didik mempelajari latar belakang PPKI, pelaksanaan sidang tanggal 18 Agustus 1945, serta proses pengesahan UUD NRI Tahun 1945.
Peserta didik menganalisis keputusan sidang PPKI dan mengidentifikasi sikap para pendiri bangsa dalam menyelesaikan perbedaan demi kepentingan bangsa.
Peserta didik menghubungkan nilai musyawarah, persatuan, tanggung jawab, dan sikap menghargai perbedaan dengan situasi yang mereka temui di sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Peserta didik menyampaikan hasil pemikiran dan menentukan tindakan nyata yang dapat dilakukan untuk meneladani sikap para pendiri bangsa.
🤲 Penguatan Nilai Keagamaan
Dalam pembelajaran, peserta didik diajak mengingat tiga kebesaran Allah Swt.:
- Al-Khaliq (Maha Menciptakan) – menyadari bahwa Allah adalah pencipta seluruh manusia dengan keberagaman yang harus dihargai.
- Al-Hafiz (Maha Memelihara) – menumbuhkan kesadaran untuk menjaga persatuan, kedamaian, lingkungan, dan kehidupan bersama.
- Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki) – mensyukuri rezeki yang diberikan Allah dan membiasakan diri berbagi serta tidak mementingkan diri sendiri.
Nilai-nilai tersebut dapat diwujudkan melalui sikap bersyukur, menghargai sesama, menjaga persatuan, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat bagi orang lain.
5. MATERI PEMBELAJARAN
🇮🇩 A. PPKI dan Perannya
Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia membutuhkan dasar dan aturan untuk menjalankan negara yang baru berdiri. PPKI atau Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia memiliki peranan penting dalam mempersiapkan kehidupan ketatanegaraan Indonesia.
📜 B. Sidang PPKI 18 Agustus 1945
Sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan, PPKI melaksanakan sidang pada 18 Agustus 1945. Salah satu keputusan terpentingnya adalah mengesahkan UUD 1945 sebagai konstitusi negara Indonesia.
Dalam proses tersebut terdapat pembahasan dan perbedaan pandangan. Para tokoh pendiri bangsa menunjukkan kebesaran sikap dengan mengutamakan persatuan dan kepentingan bangsa. Mereka bersedia bermusyawarah agar dasar negara dan konstitusi dapat diterima serta menjadi landasan bagi kehidupan Indonesia yang baru merdeka.
📖 C. Hasil Penting Sidang PPKI 18 Agustus 1945
Beberapa keputusan penting sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945 adalah:
- Mengesahkan Undang-Undang Dasar 1945.
- Memilih Ir. Soekarno sebagai Presiden dan Drs. Mohammad Hatta sebagai Wakil Presiden.
- Membentuk Komite Nasional untuk membantu Presiden sebelum terbentuknya lembaga-lembaga negara sesuai dengan UUD.
🤝 D. Sikap Keteladanan Para Pendiri Bangsa
Perjuangan para pendiri bangsa memberikan banyak teladan yang masih relevan hingga saat ini. Sikap tersebut antara lain:
- Mengutamakan kepentingan bangsa daripada kepentingan pribadi atau kelompok.
- Musyawarah dalam menyelesaikan perbedaan.
- Menghargai pendapat orang lain meskipun berbeda dengan pendapat sendiri.
- Menjaga persatuan di tengah keberagaman.
- Bertanggung jawab terhadap keputusan yang telah disepakati.
- Bersikap rela berkorban demi kepentingan bersama.
🏫 Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
Keteladanan tersebut dapat diterapkan oleh peserta didik. Misalnya, ketika menentukan ketua kelompok, anggota kelompok sebaiknya berdiskusi dan menerima hasil kesepakatan. Jika terjadi perbedaan pendapat dalam mengerjakan tugas, setiap anggota perlu mendengarkan pendapat teman dan mencari solusi yang paling baik bagi kelompok.
Dengan demikian, semangat para pendiri bangsa tidak hanya dipelajari sebagai sejarah, tetapi juga diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.
🎬 VIDEO PEMBELAJARAN
Simak video berikut untuk memperkuat pemahaman tentang materi pembelajaran:
🧰 Media Pembelajaran dan Alat Peraga
- Video pembelajaran tentang PPKI dan pengesahan UUD NRI Tahun 1945.
- Materi digital/slide pembelajaran.
- Gambar atau kartu urutan peristiwa sidang PPKI.
- Papan tulis dan alat tulis.
- Lembar aktivitas atau pertanyaan pemantik.
- Perangkat digital dan koneksi internet untuk mengakses video.
6. ASESMEN FORMATIF / POSTES
Jawablah pertanyaan berikut dengan menggunakan alasan yang logis dan menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari.
Soal 1 – Berpikir Kritis
Dalam kerja kelompok di kelas, kamu dan teman-teman memiliki pendapat yang berbeda tentang cara menyelesaikan sebuah tugas. Ada satu teman yang memaksakan pendapatnya karena merasa pendapatnya paling benar.
Menurutmu, sikap para pendiri bangsa dalam menghadapi perbedaan pendapat dapat menjadi contoh untuk menyelesaikan masalah tersebut. Apa yang sebaiknya kamu lakukan? Jelaskan alasanmu.
Soal 2 – Berpikir Kritis
Bayangkan di kelasmu akan dibuat sebuah aturan baru. Sebagian siswa setuju, tetapi sebagian lainnya tidak setuju. Jika keputusan hanya mengikuti keinginan kelompok yang paling banyak tanpa mendengarkan kelompok lain, dapat muncul rasa tidak adil.
Jika kamu menjadi bagian dari kelas tersebut, bagaimana cara mengambil keputusan yang mencerminkan semangat para pendiri bangsa? Jelaskan langkah yang akan kamu lakukan dan berikan alasan.
📌 Kriteria Penilaian
- Kemampuan memahami materi sejarah PPKI.
- Kemampuan menghubungkan nilai keteladanan dengan kehidupan nyata.
- Kemampuan memberikan alasan yang logis.
- Kemampuan menawarkan solusi terhadap permasalahan.
7. KESIMPULAN MATERI
Pengesahan UUD NRI Tahun 1945 merupakan salah satu keputusan penting PPKI setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Melalui sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945, UUD 1945 disahkan sebagai dasar konstitusional bagi negara Indonesia.
Proses tersebut menunjukkan bahwa para pendiri bangsa memiliki sikap yang patut diteladani. Mereka mengutamakan persatuan dan kepentingan bangsa, bersedia bermusyawarah, menghargai perbedaan pendapat, serta bertanggung jawab terhadap masa depan Indonesia.
Sebagai generasi penerus bangsa, peserta didik dapat menerapkan nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari dengan menaati aturan, menghargai perbedaan, bermusyawarah, bekerja sama, dan mengutamakan kepentingan bersama.
8. KESIMPULAN HASIL PEMBELAJARAN
Berdasarkan hasil pengamatan selama proses pembelajaran dan asesmen formatif, secara umum peserta didik menunjukkan pemahaman yang sangat baik terhadap materi pengesahan UUD NRI Tahun 1945 oleh PPKI serta nilai keteladanan para pendiri bangsa.
✅ 100% peserta didik mengikuti kegiatan pembelajaran dan menyimak materi yang disampaikan.
✅ 99% peserta didik mampu menjelaskan proses pengesahan UUD NRI Tahun 1945 oleh PPKI dengan baik.
✅ 98% peserta didik mampu mengidentifikasi sikap keteladanan para pendiri bangsa.
✅ 98% peserta didik mampu menghubungkan nilai musyawarah, persatuan, tanggung jawab, dan menghargai perbedaan dengan kehidupan sehari-hari.
🌟 98% peserta didik mampu memberikan jawaban yang menunjukkan kemampuan berpikir kritis melalui asesmen yang diberikan.
Peserta didik yang masih memerlukan penguatan diberikan bimbingan dan contoh-contoh kontekstual agar semakin mampu menghubungkan peristiwa sejarah dengan kehidupan sehari-hari. Secara keseluruhan, pembelajaran berjalan dengan baik, aktif, dan menyenangkan serta tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan sangat baik.
🇮🇩 REFLEKSI UNTUK PESERTA DIDIK
“Jika para pendiri bangsa mampu mengutamakan persatuan di tengah perbedaan, apa yang dapat kita lakukan untuk menjaga persatuan di sekolah dan lingkungan sekitar?”
Berbeda pendapat bukan alasan untuk terpecah. Musyawarah dan persatuan adalah kekuatan kita.
Pendidikan Pancasila – Fase D Kelas VIII
Belajar sejarah • Meneladani perjuangan • Mengamalkan nilai Pancasila 🇮🇩

Komentar
Posting Komentar